Mengapa kita lebih sayang dengan rokok kita, padahal keluarga kita jadi perokok pasif ?
Filed Under : by SELAMATKAN ANAK-ANAK INDONESIA DARI BAHAYA ROKOK !
Jumat, 28 Mei 2010
ASAP rokok—juga dikenal sebagai asap tembakau lingkungan—termasuk asap yang dikeluarkan oleh perokok (asap utama) dan asap yang datang langsung dari produk tembakau yang terbakar. Ironis, sementara perokok asyik menikmati rokok, orang di sekitarnya justru tertimpa kemalangan.
Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun, termasuk benzene, carbon monoxide, chromium, cyanide, formaldehyde, lead, nickel, dan polonium. Partikel berbahaya dalam asap rokok dapat melayang di udara selama berjam-jam. Menghirup asap rokok untuk waktu singkat seperti dilakukan perokok dapat mengiritasi paru-paru dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Sementara menghirupnya berkepanjangan atau menjadi perokok pasif, justru lebih berbahaya.
“Orang yang merokok adalah orang yang egois karena 70 persen asap dihirup oleh bukan perokok. Yang keluar itu justru lebih banyak. Jadi jelas, orang-orang yang berada di sekitar kita (perokok) yang paling dirugikan,” ujar Dr Aulia Sani SpJP (K), pengajar Departemen Kardiologi & Kedokteran Vaskuler FKUI dalam peluncuran kampanye Break Free bertema “Semangat Bebaskan Diri dari Jeratan Adiksi Nikotin” di The Cone, FX Lifestyle X’nter, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Pernyataan tersebut menegaskan, dampak merokok bukan hanya dirasakan para perokok. Risiko bagi perokok pasif ternyata lebih besar. Perokok pasif tidak hanya menghirup asap samping dari pembakaran ujung rokok, tapi juga meningkatkan risiko terkena kanker paru dan penyakit jantung sekira 20-30 persen.
Dr Aulia menjelaskan lebih lanjut bahwa ibu hamil pun dapat mengalami proses kelahiran bermasalah, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), bayi lahir mati, ataupun bayi cacat lahir oleh karena menjadi perokok pasif sedangkan anak-anak akan lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan.
“Makin dini mereka (perokok) berhenti, makin baik kesehatannya. Mengapa kita lebih sayang dengan rokok kita, padahal keluarga kita jadi perokok pasif?,” pungkasnya.
source: okezone.com

4 komentar:
sayang rokok apa sayang anak?
Jadilah individu yang bersahabat bagi lingungan dan keluarga sendiri :)
asap dari rokok itu saja bisa menjadikan penyakit pada yg menghisap,,,dan pastinya bahaya bgt untuk anak-anak..semoga para orang tua lebih peka apa yg mereka lakukan,,
betul !!
Ada seorang narsum di seminar kesehatan berkata dr atas panggung kpd para perokok,"Anda boleh 'membunuh' diri anda sendiri, itu hak anda. Tp anda tidak mempunyai hak utk 'membunuh' org lain. Org lain itu adl anak2 n keluarga anda".
Posting Komentar